Jurusan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang Jadi Favorit Banyak Calon Mahasiswa di Tahun 2026

Jurusan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang Jadi Favorit Banyak Calon Mahasiswa di Tahun 2026

Siapa sih yang nggak kenal Institut Teknologi Bandung? Kampus Ganesha ini masih jadi “magnet” paling kuat buat anak-anak SMA di seluruh Indonesia. Masuk ke tahun 2026, persaingan bukannya makin santai, malah makin “berdarah-darah”. Tren dunia industri yang bergeser ke arah Sustainability (keberlanjutan) dan Artificial Intelligence (AI) bikin peta jurusan favorit di ITB ikutan berubah.

Kalau dulu orang cuma fokus ke Teknik Perminyakan atau Teknik Sipil, sekarang pilihannya makin beragam dan futuristik. Buat kamu yang lagi ancang-ancang mau ikut SNBP, SNBT, atau Ujian Mandiri ITB tahun ini, yuk kita bedah jurusan mana saja yang prediksinya bakal jadi “rebutan” dan punya passing grade selangit di tahun 2026.


Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI): Sang Primadona Abadi

Rasanya nggak adil kalau kita nggak menempatkan STEI di urutan pertama. Sejak sepuluh tahun terakhir, fakultas ini—khususnya jurusan Teknik Informatika dan Sistem dan Teknologi Informasi (STI)—selalu punya peminat yang membeludak.

Di tahun 2026, relevansi STEI makin menggila. Dengan booming-nya teknologi Generative AI, Quantum Computing, dan keamanan siber, lulusan STEI ITB dianggap sebagai “emas murni” oleh perusahaan tech global.

Baca Juga:
7 Universitas di Bandung Dengan Fasilitas Terlengkap dan Pendidikan Terbaik

Mengapa Teknik Informatika Begitu Seksi?

Bukan cuma soal belajar koding, di sini kamu diajak buat mikir sistematis. Di tahun 2026, kurikulum Institut Teknologi Bandung kabarnya makin tajam dalam mengintegrasikan etika AI dan pengembangan perangkat lunak skala besar. Banyak calon mahasiswa yang rela belajar mati-matian cuma buat dapat satu kursi di sini karena gaji fresh graduate-nya yang seringkali bikin geleng-geleng kepala.

Sistem dan Teknologi Informasi (STI)

Kalau Informatika lebih fokus ke “jeroan” perangkat lunak, STI jadi favorit karena menjembatani antara bisnis dan teknologi. Di era di mana semua perusahaan harus jadi perusahaan digital, lulusan STI yang paham cara mengelola sistem informasi perusahaan sangatlah dicari.


Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM): Tempatnya Para Future Leaders

Kalau kamu mikir ITB cuma buat orang yang jago fisika dan kalkulus, kamu salah besar. SBM ITB tetap menjadi salah satu fakultas non-teknik yang paling prestisius di Indonesia. Uniknya, di tahun 2026, tren kewirausahaan (entrepreneurship) bukan lagi sekadar tren, tapi sudah jadi kebutuhan.

Manajemen

Jurusan Manajemen di SBM ITB punya gaya belajar yang beda banget. Nggak cuma duduk dengerin dosen, tapi banyak simulasi bisnis dan proyek nyata. Calon mahasiswa tahun 2026 banyak yang mengincar SBM karena jaringannya (networking) yang sangat luas. Kamu bisa ketemu calon partner bisnis masa depanmu di sini.

Kewirausahaan

Nah, ini dia yang makin naik daun. Di tahun 2026, banyak anak muda yang nggak mau lagi kerja “ikut orang”. Mereka ingin membangun startup hijau atau bisnis berbasis teknologi. SBM memfasilitasi itu dengan ekosistem yang sangat mendukung.


Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM): Masih Jadi “Sultan”

Meskipun dunia sedang transisi ke energi terbarukan, jangan salah sangka dulu. FTTM ITB tetap jadi incaran utama. Kenapa? Karena transisi energi itu butuh material, dan material itu didapat dari tambang.

Teknik Pertambangan

Di tahun 2026, fokus pertambangan sudah bergeser ke Critical Minerals seperti nikel dan litium untuk baterai kendaraan listrik. ITB adalah pusat riset terbaik untuk hal ini. Inilah yang bikin Teknik Pertambangan tetap jadi favorit karena prospek kerjanya yang sangat strategis dalam rantai pasok global.

Teknik Perminyakan

Walaupun sering dibilang industri “sunset”, kenyataannya kebutuhan energi fosil masih tinggi untuk beberapa dekade ke depan. Selain itu, keahlian teknik perminyakan sekarang banyak diaplikasikan ke Geothermal (panas bumi) dan Carbon Capture Storage (CCS). Jadi, lulusannya tetap bakal jadi rebutan dengan standar gaji yang tetap tinggi.


Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL): Membangun Peradaban Hijau

Isu Climate Change atau perubahan iklim bukan lagi sekadar obrolan di kafe, tapi sudah jadi krisis nyata. Hal ini berdampak langsung pada minat calon mahasiswa ke FTSL ITB.

Teknik Lingkungan

Tahun 2026, jurusan ini diprediksi bakal makin meledak peminatnya. Semua industri sekarang wajib punya ahli lingkungan untuk mengelola limbah dan memastikan operasional yang ramah lingkungan. Di ITB, kamu bakal belajar gimana cara menyelamatkan bumi dengan pendekatan teknik yang solid.

Teknik Sipil

Pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk kelanjutan IKN (Ibu Kota Nusantara) dan proyek strategis lainnya, bikin Teknik Sipil tetap stabil di daftar favorit. Namun, Civil Engineering versi 2026 lebih ke arah Smart Building dan infrastruktur tahan bencana.


Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD): Sentuhan Kreatif di Dunia Digital

Jangan remehkan kekuatan desain! Di tahun 2026, produk teknologi tanpa desain yang bagus itu nggak ada harganya. FSRD ITB tetap jadi kiblat pendidikan seni dan desain di Indonesia.

Desain Komunikasi Visual (DKV)

DKV ITB selalu punya tingkat persaingan yang “ngeri”. Di tahun 2026, peminatnya makin banyak karena industri kreatif, game development, dan branding digital lagi di puncak-puncaknya. Portofolio lulusan DKV ITB sudah diakui bahkan di level internasional.

Desain Interior dan Produk

Seiring dengan meningkatnya gaya hidup dan kesadaran akan estetika ruang, dua jurusan ini juga nggak kalah favorit. Apalagi sekarang eranya sustainable design, di mana produk harus keren tapi juga nggak merusak lingkungan.


Sekolah Farmasi (SF): Garda Terdepan Kesehatan

Belajar dari pandemi beberapa tahun silam, kesadaran akan pentingnya kemandirian obat nasional makin tinggi. Ini membuat Sains dan Teknologi Farmasi serta Farmasi Klinik dan Komunitas di ITB jadi pilihan utama bagi mereka yang tertarik di dunia kesehatan tapi nggak mau jadi dokter.

Di tahun 2026, riset mengenai biofarmasi dan obat-obatan berbasis genetik sedang berkembang pesat di Institut Teknologi Bandung. Ini adalah ladang ilmu yang sangat menjanjikan buat masa depan, apalagi industri kesehatan adalah salah satu industri yang paling tahan banting terhadap resesi ekonomi.


Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD): Jagonya Teknologi Tinggi

Siapa yang nggak mau masuk ke tempat di mana Pak BJ Habibie dulu bernaung? FTMD tetap punya kharisma tersendiri.

Teknik Dirgantara

Dengan makin maraknya penggunaan Drone (UAV) untuk berbagai keperluan mulai dari logistik sampai militer. Jurusan Teknik Dirgantara kembali jadi primadona. Di tahun 2026, ITB fokus mengembangkan teknologi kedirgantaraan yang lebih efisien dan murah.

Teknik Mesin

Ini adalah “ibu” dari segala teknik. Selama dunia masih butuh mesin, lulusan ini nggak akan pernah sepi peminat. Di tahun 2026, fokusnya sudah ke robotika dan otomatisasi industri (Industry 4.0 dan menuju 5.0).


Strategi Menembus Jurusan Favorit ITB 2026

Melihat daftar di atas, mungkin kamu merasa sedikit terintimidasi. Wajar kok, namanya juga kampus terbaik. Tapi jangan cuma lihat saingannya, lihat juga peluangnya.

  • Pahami Portofolio: Untuk jurusan seperti di FSRD, portofolio adalah kunci. Jangan cicil di menit-menit terakhir.

  • Kuasai Dasar Sains: Untuk fakultas teknik (STEI, FTTM, FTMD), nilai matematika dan fisika kamu harus benar-benar solid. Bukan cuma buat lulus ujian masuk, tapi supaya kamu nggak “kaget” pas sudah kuliah nanti.

  • Update Isu Terkini: ITB sangat menyukai mahasiswa yang punya wawasan luas. Pahami tren global seperti Green Energy, Digital Transformation, dan Sustainability.

Memilih jurusan di Institut Teknologi Bandung tahun 2026 bukan cuma soal gengsi, tapi soal di mana kamu bisa memberikan kontribusi terbaik buat masa depan. Setiap fakultas punya tantangan dan keseruannya masing-masing. Jadi, dari daftar di atas, mana yang bakal jadi pilihan pertamamu? Apapun pilihannya, pastikan kamu sudah siap tempur karena kursi di Ganesha itu memang layak diperjuangkan!